Traction Elevator

24 01 2010

Tulisan ini dibuat untuk merespon banyaknya permintaan mengenai prinsip kerja lift . Karena mayoritas elevator yang ada merupakan Traction Elevator, maka type ini yang akan dibahas terlebih dahulu.

Traction Elevator

Traction elevator mulai dikembangkan sejak hampir tidak mungkin lagi tidak efisiennya  menggunakan hydrolik elevator dikarenakan makin tingginya gedung yang dilayani. Maka dibuatlah lift dengan menggunakan kabel / atau biasa disebut traction elevator.

Kabel yang digunakan pada sebuah lift biasanya berjumlah 6 – 8 buah, dimana masing masing kabel sesungguhnya sudah dapat menahan beban lift itu sendiri . (bisa dibayangkan betapa amannya desain lift masa kini)

Permasalahannya jika kabel itu sendiri tidak putus, melainkan lift tersebut terlalu cepat sehingga kecepatannya cukup cepat untuk “mencelakai” penumpangnya.

Hal ini juga sudah dipecahkan dengan alat yang dibuat oleh “paman” Otis, dimana ia menciptakan alat yang akan mengontrol rem dari car sehingga apabila lift berjalan lebih cepat dari desainnya, maka rem tersebut akan bekerja.

Faktor penggerak utama pada lift sekarang adalah electric motor, bisa AC maupun DC. Dimana ada 2 sistem, yakni menggunakan gearbox / geared elevator,  dimana  kecepatan dari motor electric dikurangi menggunakan gear. Atau gearless, dimana motor langsung terhubung dengan roda penggerak.(menggunakan motor khusus dengan kecepatan rendah dan torsi besar)

Gearless Elevator

Untuk meringankan kinerja motor yang ada, maka digunakan counterweight, dimana beratnya biasanya sama dengan berat car yang kosong plus 40-50% kapasitas lift tersebut. Counterweight diletakan didalam hoistway dengan rel terpisah dari rel untuk lift. Dimana apabila lift nya turun, maka counterwightnya akan naik, begitu juga sebaliknya.

Untuk mengakomodasi desain yang compact, maka diciptakan lah desain tanpa ruang mesin (machine room les / MRL). Motor yang digunakan untuk jenis ini adalah gearless, hal ini dikarenakan desain ini membutuhkan motor yang kecil dimana motor tersebut diletakkan dalam hoistway pada daerah overheadnya.

Sebenarnya masih banyak yang bisa dibahas dari desain lift ini, tetapi untuk saat ini sampai disini saja.

Titian Pramudya


Aksi

Information

3 responses

15 09 2010
Elevator Roping; 2:1 vs 1:1 « elevator escalator

[…] Roping; 2:1 vs 1:1 15 09 2010 Kalau kita berbicara mengenai desain lift  (traction elevator), tidak akan terlepas dari 3 unsur: Car / kereta – Counterweight – dan Rope / tali. […]

30 01 2010
Machine Room-Less Elevator / MRL « elevator escalator

[…] desain pulley yang berbeda dari general traction elevator konvensional, maka lebih sedikit daya yang dibutuhkan untuk menggerakan lift. Sehingga MRL Elevator […]

24 01 2010
mobil88

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: