5 Hal dalam merencanakan Escalator

8 03 2010

Jika ditanya, hal apa saja yang perlu diketahui sebelum merencanakan Escalator ?

Maka Jawabannya adalah:

1. Rise – Hal ini merupakan tujuan dasar dari escalator, yaitu membawa orang dari satu lantai ke yang lainnya. Rise dihitung dari lantai – ke lantai (floor to floor). Karena itu selum memesan escalator, kita memerlukan secara pasti rise nya.

Shortest Elevator In The World

Shortest Elevator In The World

Untuk Escalator dengan rise diatas 6000mm, diperlukan support tambahan (intermediate support) agar escalator tidak “bergoyang -goyang” ketika sudah terpasang. Setiap model escalator mempunyai rise maksimalnya.

Hyundai Elevator mempunyai Escalator yang bisa di desain dengan rise sampai sekitar 36 m – Escalator Modular mempunyai motor di bagian tengahnya sehingga mampu untuk mencapai rise yang besar. Sedangkan untuk escalator ekonomis, bisa menggunakan tipe wordclass.

Benarkah ??

2. Hal kedua adalah lebar dari step escalator. Apabila Kapasitas lift dihitung dengan jumlah penumpang, maka escalator dihitung dengan jumlah penumpang per jam. Hal ini tercermin dari lebar stepnya, mulai dari yang terkecil W800 sampai W1200 (9000 orang per jam).

Untuk mall, dan gedung pertemuan; dimana kapasitas angkut nya besar, maka escalator lebih cocok dibandingkan dengan lift.

3. Sudut escalator juga merupakan komponen yang perlu diperhatikan. Hal ini berpengaruh pada panjang escalator. Dimana sudut escalator pada umumnya adalah 30 derajat. Tetapi untuk kondisi yang khusus, bisa dirancang dengan sudut 35 derajat.

Dengan sudut escalator 35 derajat, maka didapatkan wellway yang lebih kecil dibanding escalator bersudut 30 derajat dengan rise yang sama.

Glass Cover Cladding

4. Cover-cladding merupakan pembungkus dari truss escalator, cover-cladding bisa dipilih dengan material stainless steel, painted, kaca, atau gipsum, tergantung dengan keperluan dan estetika.

5. Ada faktor yang tidak terlalu diperhatikan, tetapi perlu kita ketahui, yaitu Flat step. Flat step merupakan jumlah step yang rata sebelum mulai menanjak. Flat step biasanya 2, ada juga yang 3, hal ini bergantung dari berbagai faktor pertimbangan, seperti tinggi escalator, kenyamanan pengguna. Tentunya flat step juga mempengaruhi panjang dari escalator.

Mungkin masih banyak lagi hal hal yang perlu diperhatikan, tetapi ada satu hal tambahan yang perlu juga dipikirkan, yaitu efisiensi dari escalator, apakah menggunakan mode on terus, start – stop, atau menggunakan inverter.

Mungkin dalam tulisan berikutnya akan dijabarkan ketiga opsi tersebut.

Titian Pramudya


Aksi

Information

3 responses

24 12 2013
Aziz

Mohon ijinnya mas, tulisannya saya copy ke web http://www.aliaelevator.com/ terimakasih.

22 06 2012
Diaz

Dalam merencanakan Escalator, sistem operasi ga penting ya pak, misalnya escalator beroperasi normal, dual speed, bahkan auto start stop…

1 06 2011
Prinsip kerja elevator / lift « elevator escalator

[…] Selanjutnya kita akan membahas lebih lanjut mengenai kedua jenis elevator / lift. Keamanan, control, dan design. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: