Elevator Safety

4 02 2010

Hal pertama saat merancang lift adalah Safety. Lift merupakan salah satu alat transportasi yang sangat aman. Banyak orang mendengar berbagai macam “cerita” mengenai kecelakaan yang terjadi pada lift.

Di Amerika sendiri tercatat sangat sedikit kecelakaan yang melibatkan lift. Kebanyakan kecelakaan merupakan kesalahan prosedur dan human error, seperti kecelakaan kerja. Bahkan mereka mempunyai asosiasi sendiri untuk memeriksa keamanan dari elevator.

Jika kita bicarakan mengenai “resiko” paling tinggi pada lift adalah jatuh. Jadi mari kita fokuskan pembahasan kali ini bagaimana desain lift saat ini membuatnya sulit untuk jatuh.

Faktor faktor tersebut adalah:

Overload protection; sebuah lift dirancang agar tidak akan beroprasi diatas beban yang diijinkan. Mungkin anda sering memaksakan masuk kedalam lift yang sudah penuh dan akan berbunyi. Itulah over load protection.

Roping

Desain Roping / tali; Sebuah lift digerakkan oleh minimal 4 tali / roping dimana tiap roping didesain untuk mampu menahan beban lift + 25% kapasitasnya (tergantung manufacture). Jadi bisa dibayangkan apabila 3 dari 4 talinya putus, maka lift itu masih “aman” Baca entri selengkapnya »

Iklan




Elevator Test Tower

27 01 2010

(diambil dari berbagai sumber)

Dengan berkembangnya teknologi elevator, serta makin ketatnya persaingan, maka para produsen elevator semakin banyak melakukan test.

Mereka memerlukan hoistway yang cukup panjang untuk menguji rancangan elevator tebaru mereka di kondisi yang terkontrol. Pengujian meliputi ketahanan dari pengerak, kabel, control,vibrasi, temperatur dan lainnya.

Karena itu dibuatlah Elevator test tower yang tingginya bisa mencapai 200m. Saat ini test tower tertinggi masih dipegang oleh Hyundai Elevator.

Berikut ini adalah tinggi dari beberapa test tower yang tertinggi:

1. Hyundai ‘ASAN’ Tower, Icheon, S. Korea 205 m
2. Mitsubishi ‘SOLAÉ’ Inazawa, Japan 173 m
3. Nippon-Otis Tower, Shibayama, Japan 154 m
4. Otis Elevator Tower, Bristol, CT, USA 117 m
5. Express Lift Tower, Northampton, UK 127 m

Baca entri selengkapnya »





Traction Elevator

24 01 2010

Tulisan ini dibuat untuk merespon banyaknya permintaan mengenai prinsip kerja lift . Karena mayoritas elevator yang ada merupakan Traction Elevator, maka type ini yang akan dibahas terlebih dahulu.

Traction Elevator

Traction elevator mulai dikembangkan sejak hampir tidak mungkin lagi tidak efisiennya  menggunakan hydrolik elevator dikarenakan makin tingginya gedung yang dilayani. Maka dibuatlah lift dengan menggunakan kabel / atau biasa disebut traction elevator.

Kabel yang digunakan pada sebuah lift biasanya berjumlah 6 – 8 buah, dimana masing masing kabel sesungguhnya sudah dapat menahan beban lift itu sendiri . (bisa dibayangkan betapa amannya desain lift masa kini)

Permasalahannya jika kabel itu sendiri tidak putus, melainkan lift tersebut terlalu cepat sehingga kecepatannya cukup cepat untuk “mencelakai” penumpangnya. Baca entri selengkapnya »





Prinsip kerja elevator / lift

10 12 2009

Bardasarkan prinsip kerjanya, elevator / lift dibagi menjadi 2 macam kategori.

Hidrolik : menggunakan sistem hidrolik dimana elevator / lift diangkat seperti menggunakan dongkrak.

Sistem ini mulai ditinggalkan sejak pertengahan tahun1800 dimana tinggi bangunan sudah semakin tinggi, sehingga perangkat hidrolik yang diperlukan semakin besar.

Panoramic Lift

Lift kaca

Design yang kedua adalah menggunakan Kabel/ tali baja atau biasa disebut Traction Elevator, dimana car diangkat , bukannya didorong dari bawah. Baca entri selengkapnya »








%d blogger menyukai ini: