Komponen Lift

24 04 2010

Beberapa hari ini saya cukup “takjub” dengan jumlah traffic pada web elevator escalator. Mungkin sudah saatnya me review beberapa artikel yang sudah ada, dan menggabungkannya menjadi satu kesatuan.

Karena web elevator escalator bertujuan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai lift dan fungsinya, maka baiknya jika kita bisa melihat keseluruhan gambar dari lift berikut komponennya. Baca entri selengkapnya »

Iklan




Compensating rope / chain

14 04 2010

Seperti yang kita ketahui bahwa dalam desain elevator counterweight dirancang dengan berat car beserta 1/2 dari kapasitasnya. Sehingga dengan jumlah 1/2 dari kapasitasnya maka berat kedua sisi akan seimbang.

Masalahnya berat dari kedua sisi akan berubah dengan bergeraknya car keatas dan kebawah. Hal ini disebabkan perpindahan berat dari roping ke-sisi yang lainnya. Secara desain diatas kertas berat dari rope sendiri tidak diperhitungkan, tetapi pada keadaan aktual, berat dari roping akan cukup significant.

Compesating System

Bisa dibayangkan berapa variasi berat yang terjadi diantara kedua sisi apabila jumlah lantai yang dilayani sampai 20 lantai.

Karena itu perlu ditambahkan berat yang dapat menyesuaikan perpindahan berat roping diantara kedua sisi car dan counterweight yaitu Compesating rope /chain. Compesating rope /chain diletakan dibawah car & counterweight.  Untuk lift dengan kecepatan rendah biasanya digunakan compesating chain, karena harganya yang relatif lebih murah.

Ada kalanya rantai yang digunakan menghasilkan suara yang sedikit “menggangu” sehingga perlu ditambahkan peredam seperti tali / karet. Sedangkan untuk lift dengan kecepatan tinggi, digunakan compesating rope.

Ada beberapa manfaat dari compesating rope, yaitu :

– Menyeimbangkan beban yang bervariasi dikarenakan perpindahan sisi traction rope.

– Membuat start & stop dari car lebih mulus.

– Menambah daya traksi pada lift yang tinggi.

Ada beberapa kendala yang ditimbulkan dari compesating rope: Baca entri selengkapnya »





Traction Elevator

24 01 2010

Tulisan ini dibuat untuk merespon banyaknya permintaan mengenai prinsip kerja lift . Karena mayoritas elevator yang ada merupakan Traction Elevator, maka type ini yang akan dibahas terlebih dahulu.

Traction Elevator

Traction elevator mulai dikembangkan sejak hampir tidak mungkin lagi tidak efisiennya  menggunakan hydrolik elevator dikarenakan makin tingginya gedung yang dilayani. Maka dibuatlah lift dengan menggunakan kabel / atau biasa disebut traction elevator.

Kabel yang digunakan pada sebuah lift biasanya berjumlah 6 – 8 buah, dimana masing masing kabel sesungguhnya sudah dapat menahan beban lift itu sendiri . (bisa dibayangkan betapa amannya desain lift masa kini)

Permasalahannya jika kabel itu sendiri tidak putus, melainkan lift tersebut terlalu cepat sehingga kecepatannya cukup cepat untuk “mencelakai” penumpangnya. Baca entri selengkapnya »








%d blogger menyukai ini: